Diuji....Ujian

''In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful''
''Rabbi yassir wala tu 'assir''.... [ Ya Allah, permudahkanlah urusanku dan janganlah kamu menjadikan ianya susah]
{Sesuatu yang berlaku pasti ada hikmahnya. Hanya Allah yang tahu.}
Ramai yang menyatakan ayat ini sudah lapuk ditelan zaman. Tetapi kebenaran ayat ini diakui oleh semua orang...orang melayu kaya dengan pepatah atau bidalan yang mempunyai makna yang tersirat..hanya tunggu untuk dirungkai oleh sesiapa yang menghargainya...
Hakikat kehidupan, ada turun dan naiknya.
Hidup umpama roda, kadangkala di atas, kadangkala di bawah - juga ungkapan biasa yang diucapkan.

Namun..itulah realiti sebenar kehidupan...Semua orang mengimpikan hidup yang penuh dengan kejayaan, kesenangan dan kekayaan.. Tiada siapa yang merancang untuk hidup susah, miskin atau gagal seumur hidup... Tapi, cabaran dan dugaan akan datang silih berganti... Siri cabaran dan dugaan adalah satu tanda Allah menguji kita agar lebih mengingati kepadaNya.. Itulah tandanya Allah sayangkan kita, x mahu membiarkan kita terus alpa di dunia lagha kita... Saat2 kita ditimpa ujian, hati lebih dekat dengan Allah, memohon bantuanNya agar dipermudahkan urusan... [kan itu lebih baik]
“Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan ni’mat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR Muslim & Tirmidzi)
Ujian adalah sebuah kemestian dalam kehidupan kerna orang kafirpun mendapatkan musibah dan kesulitan juga... Tapi janganlah kita meminta untuk diberi ujian oleh Allah SWT... Setiap ujian pasti sesuai dengan kemampuan kita, karana DIA Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[Flashback....]
Rasulullah SAW adalah orang yang paling tinggi derjatnya disisi Allah, tapi ia juga orang yang paling banyak dan paling berat cubaannya. Para nabi as yang lain juga adalah manusia-manusia paling mulia dan paling dikasihi Allah SWT tapi mereka juga adalah yang paling banyak dan berat diuji oleh Allah SWT. Imam Syafi’i mengalami pengusiran dari Kufah ke Mesir, Imam Ahmad dipenjara dan disiksa bertahun-tahun, dan Imam Malik disiksa sampai mematahkan kedua tulang bahunya.













